Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Kena DIABETES atau Tidak, Anda yang Putuskan

Jakarta, Banyak orang yang bilang penyakit diabetes melitus dipengaruhi oleh faktor keturunan. Meski hal itu tidak sepenuhnya salah, tapi mau terkena diabetes atau tidak itu tergantung diri sendiri.

“Diabetes tipe 2 bisa dicegah, jadi mau diabetes atau tidak tergantung dari diri kita sendiri dan bukan siapa-siapa,” ujar dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD dari Divisi Metabolik dan Endokrin, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM dalam acara seminar media Diabetes Management: Strategy of Treatment and Evaluation to Prevent Futher Complications di Bebek Bengil, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

dr Tri menuturkan penyakit ini bukan masalah takdir, tapi dapat dicegah, kalau bisa pakai perubahan gaya hidup atau dengan obat-obatan. Jadi penyakit ini adalah sesuatu yang dapat dicegah.

Pencegahan diabetes ini bisa melalui perubahan gaya hidup atau mengonsumsi obat-obatan tertentu. Diketahui perubahan gaya hidup (lifestyle) bisa cukup mengurangi angka kasus diabetes.

“Perubahan lifestyle lebih baik dari obat, tapi harus ada usaha yang besar serta motivasi yang kuat dari dalam diri pasien tersebut. Jika pasien tidak sungguh-sungguh mengubah gaya hidup maka terpaksa pakai obat,” ujar dokter yang berpraktik di RS Cipto Mangunkusumo.

Meski begitu dr Tri menegaskan penggunaan obat ini tidak bisa sembarangan, karena tetap ada peraturannya, seperti perlu cerita terlebih dahulu dengan dokter dan harus di bawah pengawasan dokter.

Dahulu angka diabetes melitus tergolong kecil, tapi sekarang jumlahnya meningkat karena adanya mutasi genetik sehingga lebih mudah kena disamping adanya rangsangan dari lingkungan seperti banyaknya racun yang beredar, kurang olahraga dan juga pola makan yang tidak tepat.

Sementara itu Dr Ekowati Rahajeng, SKM, MKes selaku direktur pengendalian penyakit tidak menular Kemenkes mengungkapkan meski diramalkan pada tahun 2030 Indonesia menempati urutan ke-4 dalam jumlah penyandang diabetes terbanyak di seluruh dunia, hal ini bisa saja tidak terjadi.

“Diramal oleh ahli apa pun, tapi kalau kita sama-sama bisa mencegahnya, maka ramalan itu bisa saja tidak terwujud,” ujar Dr Ekowati.

Hasil Riskesdas 2007 menunjukkan penyandang diabetes di Indonesia mencapai 10 juta orang, dan diperkirakan pada tahun 2030 jumlahnya akan meningkat menjadi sekitar 21,3 juta orang.

“Dari 5,7 persen orang dengan diabetes, sekitar dua pertiganya tidak terdiagnosis, ini karena nggak bergejala, jadi jangankan diberi obat, tahu ia terkena diabetes saja tidak,” ujar Dr Ekowati.

Untuk itu setiap orang perlu lebih aware dengan penyakit diabetes melitus. Meski tidak ada keturunan penyakit ini dalam keluarga, semua orang patut waspada karena diabetes bisa menyebabkan komplikasi di hampir semua organ tubuh.

 

 

 

Sumber : detikhealth.com

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel