Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

7 Nyeri Tubuh yang Harus Diwaspadai

Jakarta, Pasca berolahraga atau melakukan aktivitas yang intens maupun dalam waktu yang lama, biasanya Anda akan merasakan nyeri di titik-titik tertentu pada tubuh. Masalahnya, terkadang nyeri-nyeri ini seringkali diabaikan karena Anda merasa itu tak terlalu berbahaya, takkan menimbulkan efek samping atau bisa diobati dengan mudah. Tapi jangan salah! Sejumlah nyeri justru merupakan salah satu gejala gangguan kesehatan serius. Untuk lebih jelasnya, ini dia 7 jenis nyeri yang dirasakan di tubuh namun seringkali diabaikan dan bagaimana cara mengatasinya seperti dikutip dari menshealth, Senin (6/8/2012).

1. Nyeri di selangkangan Biasanya nyeri yang datang mendadak ini disertai dengan pembengkakan di sekitar selangkangan. Kondisi: Nyeri ini biasa disebut dengan testical torsion (nyeri buah pelir). Normalnya, testis seorang pria melekat pada tubuh dengan dua cara: lewat spermatic cord yang berasal dari perut dan jangkar berdaging dekat skrotum. Namun terkadang bayi yang mengalami cacat bawaan umumnya tidak memiliki jangkar tersebut. Hal ini memungkinkan salah satu spermatic cord untuk terbelit dan memotong aliran darah ke testis. “Jika bisa diatasi dalam waktu 4-6 jam maka Anda biasanya masih bisa menyelamatkan testisnya, namun setelah 12-24 jam, bisa jadi Anda kehilangan testis,” ungkap Jon Pryor, MD, pakar urologi dari University of Minnesota. Penyebab nyeri lainnya adalah terjadinya infeksi pada epididimis atau tempat penyimpanan sperma Anda. Diagnosis: Pemeriksaan fisik dan bisa juga diikuti dengan ultrasound serta konsumsi antibiotik untuk melumpuhkan infeksinya. Namun jika testis Anda sudah terpelintir maka dokter bedah akan meluruskan cord-nya kembali lalu membuat jangkar buatan di dekat skrotum.

2. Nyeri punggung Kompres panas, istirahat dan obat pereda nyeri yang bebas dijual di apotek tak lagi bisa meredakan nyeri punggung semacam ini. Kondisi: “Jika bukan karena olahraga, nyeri punggung parah dadakan ini bisa jadi merupakan gejala aneurisme,” ujar Sigfried Kra, MD, profesor dari Sekolah Kedokteran Yale. Yang paling bermasalah adalah aneurisme perut, kondisi melemahnya aorta tepat di atas ginjal. Kemungkinan lain yang tidak begitu berbahaya adalah Anda mungkin memiliki batu ginjal namun rasa nyerinya akan lebih parah. Diagnosis: CT scan dengan menggunakan intravenous radiopaque dye bisa mengungkapkan ukuran dan bentuk aneurismenya. Sekali dimensinya bisa ditentukan, kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan tekanan darah atau operasi implan cangkok sintetis.

3. Nyeri kaki atau tulang kering Nyeri yang tak berkesudahan di atas kaki atau di depan tulang kering yang semakin parah saat Anda berolahraga bahkan hingga waktunya Anda beristirahat. Pereda nyeri seperti ibuprofen dan acetaminophen pun tak mempan. Kondisi: Bisa jadi ini adalah fraktur stres. Sama halnya dengan jaringan lain di dalam tubuh, tulang juga beregenerasi dengan sendirinya. “Namun jika Anda berlatih terlalu keras hingga tulang tak mendapatkan kesempatan untuk menyembuhkan dirinya sendiri maka akan muncul fraktur stres,” terang Andrew Feldman, MD, salah satu dokter tim hoki New York Rangers. Lama-kelamaan tulang bisa melemah secara permanen. Diagnosis: Radioactive dye akan mengungkap fraktur dengan sinar X dan Anda akan diminta untuk menghentikan segala aktivitas olahraga hingga fraktur tersebut sembuh. Lebih buruk lagi, Anda bisa saja digips selama beberapa minggu.

4. Nyeri perut yang tajam Kondisi: Karena area diantara tulang rusuk dan pinggul Anda sarat dengan berbagai organ, nyerinya bisa jadi merupakan gejala apendiksitis, pankreatitis atau radang empedu. Dalam ketiga kasus tersebut, penyebabnya sama: sesuatu telah menghalangi organ yang bersangkutan sehingga berpotensi menyebabkan infeksi fatal. Segeralah pergi ke dokter sebelum organ Anda benar-benar meledak dan membunuh Anda. Diagnosis: Jika nyerinya berada di perut bagian kanan bawah dan jumlah sel darah putih Anda naik maka itu bisa berarti apendiksitis, kata Dr. Kra. Nyeri di perut bagian atas dengan jumlah sel darah putih yang tinggi juga biasanya merupakan gejala radang empedu. Namun jika nyerinya di bawah tulang dada dan enzim-enzim tertentu di dalam darah Anda meningkat, maka pankreatitis-lah penyebabnya.

5. Nyeri dada sementara Nyerinya mudah datang secara mendadak tapi sangat menyakitkan lalu bisa pergi secepat mungkin. Selain itu, Anda akan terlihat baik-baik saja. Kondisi: Nyeri ini mungkin merupakan gangguan pencernaan biasa atau bahkan bisa juga serangan jantung. “Meskipun durasinya sangat pendek namun ini bisa jadi gejala sesuatu yang serius,” tandas John Stamatos, MD, direktur medis North Shore Pain Services di Long Island dan penulis buku Painbuster. Kemungkinan lainnya yang serius adalah pembekuan darah yang mungkin telah bersarang di arteri koroner yang menyempit dan menghambat jalannya aliran darah ke jantung. Anda tak boleh menunggu sampai terjadi sesuatu. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa 50 persen kematian akibat serangan jantung terjadi 3-4 jam setelah gejala pertama muncul. Diagnosis: Tes darah bisa memperlihatkan gejala kerusakan jaringan jantung. Anda juga dapat menjalani operasi angioplasty (pelebaran arteri yang menyempit) dan operasi bypass.

6. Nyeri kaki disertai bengkak Secara spesifik, salah satu betis bisa membunuh Anda. Kondisinya bengkak dan sakit bila disentuh serta terasa hangat seperti terpanggang dari dalam. Kondisi: Hanya dengan duduk di satu tempat selama 6 jam atau lebih akan menyebabkan darah di kaki bagian bawah Anda akan membentuk gumpalan (deep vein thrombosis/DVT). Masalahnya, gumpalan itu bisa saja menghambat pembuluh darah di betis dan menyebabkan nyeri serta bengkak. Sayangnya, hal pertama yang mungkin Anda ingin lakukan yaitu menggosok kaki Anda juga merupakan solusi terburuk. “Cara ini justru akan mengirimkan gumpalan yang besar itu ke dalam paru-paru Anda dan hal ini bisa saja membunuhmu,” ungkap Dr. Stamatos. Diagnosis: Penggunaan venogram merupakan cara yang definitif untuk mendiagnosis DVT. Lalu gumpalan itu akan coba dilarutkan dengan obat-obatan atau outfit vulnerable veins with filters untuk menghentikan penggumpalan sebelum itu akhirnya membunuh Anda.

7. Nyeri saat pipis Buang air kecil merupakan salah satu cara untuk membuang kotoran yang ada di dalam tubuh Anda. Namun mungkin Anda akan terkejut jika saat melakukannya muncul rasa nyeri dan urin Anda pun berwarna kuning berkarat. Kondisi: Kemungkinan terburuknya? Kanker kandung kemih, kata Joseph A. Smith, MD, kepala departemen operasi urologi di Vanderbilt University. Nyeri dan darah yang ada di dalam urin merupakan gejala dari salah satu kanker yang paling banyak menyerang pria ini. Merokok merupakan faktor risiko terbesarnya. Namun jika Anda mendeteksinya lebih awal maka ada peluang 90 persen untuk mengobatinya. Infeksi kandung kemih juga memiliki gejala-gejala yang sama. Diagnosis: Pertama akan dilakukan urinalisis lalu diikuti dengan pengecekan ke dalam kandung kemih. Jika ada tumor maka itu bisa dioperasi, diradiasi atau dikemoterapi.

 

 

 

Sumber : detikhealth.com

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel