Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Bijak Memilih Makanan untuk Mencegah Keguguran

Jakarta, Saat hamil ibu harus benar-benar menjaga pola makan yang sehat dan bersih. Salah-salah, makanan yang dikonsumsinya bisa memicu keguguran atau bayi lahir dalam keadaan meninggal.

Bijak memilih makanan dapat mengurangi risiko keracunan yang dapat menyebabkan keguguran. Strain bakteri yang paling terkait dengan keguguran adalah Listeria, Salmonella, Toksoplasma dan E. coli.

Tak ada metode untuk yang sepenuhnya aman untuk menghindari keracunan makanan, tetapi menghindari makanan berisiko tinggi mengandung bakteri akan dapat mengurangi risiko keguguran karena keracunan makanan.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan keracunan makanan saat hamil, seperti dilansir about.com, Rabu (30/5/2012):

1. Listeria
Spesies Listeria adalah bakteri yang menyebabkan penyakit listeriosis. Pada orang yang tidak hamil, tanda-tanda paling umum adalah sakit perut, mual, muntah, diare dan demam. Pada wanita hamil, gejalanya tidak spesifik atau mirip dengan gejala flu biasa termasuk demam, menggigil dan nyeri tubuh.

Namun, wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi komplikasi dan terjadi paling sering pada trimester ketiga, sehingga lebih cenderung menjadi penyebab kelahiran bayi mati ketimbang keguguran.

Listeria biasanya banyak terkandung dalam makanan berikut:

  1. Susu dan keju yang tidak dipasteurisasi
  2. Keju lunak seperti Brie, Gorgonzola, feta dan Roquefort
  3. Daging Deli
  4. Makanan laut asap yang tidak dimasak dengan baik
  5. Daging yang tidak diawetkan

2. Salmonella
Spesies bakteri Salmonella menyebabkan gangguan disebut Salmonella enterocolitis, juga disebut Salmonellosis. Gejalanya termasuk diare, sakit perut, mual, muntah, demam atau kedinginan. Penyebab primer adalah produk unggas yang kurang matang seperti ayam, turkey dan telur. Solusinya, masaklah produk-produk unggas hingga benar-benar matang.

3. Toksoplasma
Toxoplasma gondii adalah bakteri penyebab penyakit toksoplasmosis. Orang cenderung mengasosiasikan toksoplasmosis dengan kotak kotoran kucing, tetapi juga dapat menjadi infeksi yang dibawa dari makanan. Gejala toksoplasmosis adalah pembesaran kelenjar getah bening, nyeri otot, sakit kepala, demam ringan, dan sakit tenggorokan.

Makanan yang perlu dihindari adalah daging mentah yang kurang matang.

4. E. Coli
Bentuk-bentuk Escherischia coli tertentu dapat menimbulkan risiko untuk keguguran. E. coli sebenarnya juga merupakan penghuni normal di dalam saluran usus manusia, hanya spesies tertentu yang dapat menimbulkan masalah. Keracunan E. coli disebabkan karena gangguan E. coli enteritis. Gejalanya meliputi sakit perut, diare, demam, gas perut, kram dan jarang muntah.

Makanan yang perlu dihindari antara lain:

  1. Makanan yang kurang matang dan tidak sehat
  2. Air yang terkontaminasi
  3. Sayuran dan buah yang tidak dicuci

 

 

 

 

Sumber : detikhealth.com

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel