Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Tanda – Tanda Orang Kecanduan Obat Pereda Nyeri

Jakarta, Obat pereda nyeri digunakan untuk mengatasi nyeri. Tapi obat yang memiliki efek menenangkan ini kadang disalahgunakan. Berikut tanda-tanda orang menyalahgunakan obat pereda nyeri.

Penyalahgunaan obat pereda nyeri adalah masalah besar di Amerika Serikat karena menurut perkiraan terbaru CDC, sekitar 12 juta orang mengaku menggunakan obat pereda nyeri untuk alasan-alasan non-medis pada tahun 2011.

Sebuah studi baru pun menemukan bahwa jumlah bayi baru yang lahir dan mengalami kecanduan obat pereda nyeri menjadi tiga kali lipat selama beberapa dekade belakangan karena penggunaan opioid (obat pereda nyeri) legal dan ilegal seperti hidrokodon dan oksikodon. Jumlah itu meningkat dari 1 per 1000 bayi pada tahun 2000 menjadi lebih dari 3 per 1000 bayi pada 2009.

Kecanduan opioid adalah kondisi medis kronis yang disebabkan perubahan otak akibat penggunaan obat-obatan seperti oksikodon, kodein, hidrokodon dan morfin.

Ketergantungan opioid bahkan dianggap sebagai penyakit otak kronis oleh American Society for Addiction Medicine dan National Institute on Drug Abuse yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

Kabar baiknya, ketergantungan opioid dapat diobati secara efektif, namun Anda harus mengenali tanda-tanda bahwa orang yang Anda cintai menyalahgunakan obat-obatan tersebut.

Dengan arahan dari Dr Carlos Tirado, asisten profesor psikiatri di University of Texas Southwestern Medical Center di Austin dan direktur klinis layanan ketergantungan obat di Seton Shoal Creek Hospital, berikut ini adalah 5 tanda-tanda orang yang Anda cintai mungkin menyalahgunakan obat pereda nyeri sekaligus cara membantunya seperti dikutip dari CBS News, Kamis (3/5/2012):

1. Mengantuk dan Kekurangan Energi

Satu tanda potensial seseorang mungkin saja kecanduan opioid adalah orang itu tampak kelelahan dan mengantuk sehingga membuatnya tak banyak menghabiskan waktu dengan kawan-kawannya dan melewatkan berbagai aktivitas.

Tirado mengatakan bahwa selama efek puncak penggunaan opioid, pengguna bisa tampak mengantuk dengan mata terkulai, bahkan selalu tertidur.

“Ketika hal ini mungkin disalahartikan dengan ‘hanya kelelahan’, individu yang menyalahgunakan opioid bisa saja memperlihatkan pola ini pada berbagai waktu di sepanjang harinya,” ujar Tirado.

2. Tak Mampu Berkonsentrasi, Kurang Motivasi

Opioid dapat mengurangi perhatian dan konsentrasi pasien serta mengganggu proses belajarnya, terutama di tempat kerja atau sekolah, kata Dr. Tirado.

Efek obat terkait penurunan konsentrasi dan kebutuhan yang konstan untuk mengonsumsi obat tersebut membuat seseorang yang kecanduan opioid sulit untuk berkonsentrasi dan mempertahankan tingkat kinerja akademik dan pekerjaannya.

Hal ini sering mengakibatkan tanda-tanda yang jelas terlihat seperti bolos kerja selama berhari-hari, meninggalkan sekolah atau pekerjaan di siang hari atau penurunan kinerja yang signifikan.

3. Perubahan Perilaku Sosial

Karena sering merasa mabuk, mengantuk, kelelahan dan tidak mampu berkonsentrasi membuat individu yang kecanduan sulit untuk mempertahankan pertemanannya dan kebiasaan gaya hidup sehat seperti olahraga, menghadiri klub sosial dan hobi.

Orang-orang yang kecanduan obat pereda nyeri pun menjadi lebih terisolasi dan/atau sering menghabiskan waktu dengan teman-teman yang kecanduan hal serupa dan melakukan tindakan-tindakan merusak.

4. Perubahan Penampilan

Menurut Tirado, sulit untuk mengatakan kapan seseorang mengalami kecanduan opioid yang tinggi, tetapi tanda-tanda fisik yang paling umum adalah pupil matanya terus mengerut, bahkan dalam ruangan bercahaya redup; tiba-tiba merasakan gatal di perut, lengan atau kaki; mata tampak terkulai; wajah dan leher memerah; kepala terkantuk-kantuk; berada dalam kondisi tenang dalam waktu yang cukup lama namun mengkhawatirkan serta bicara cadel.

Ketika mengalami kecanduan obat pereda nyeri, pengguna dapat menunjukkan tanda-tanda sering menguap, hidung berair, pupil matanya melebar, sering mendadak ke kamar mandi (mual, muntah, dan diare), nyeri sendi (terutama pada punggung dan kaki), merasa seperti terkena flu dan insomnia parah.

5. Banyak Rahasia

Jika orang yang Anda cintai menyalahgunakan obat pereda nyeri, ia sering berbicara dengan cara yang berbeda kepada teman-temannya, bahkan menggunakan kode.

“Kebutuhan akan kerahasiaan yang besar dan memiliki kehidupan ganda adalah indikasi mendasar terjadinya kecanduan opioid kronis,” kata Dr Tirado. Dia mengatakan sebagian besar opioid yang disalahgunakan di Amerika Serikat berasal dari resep asli yang dijual tunai atau diperdagangkan di pasar gelap.

Karena aktivitas ini tergolong ilegal dan berisiko tinggi, individu yang mengalami kecanduan sangat membutuhkan tingkat kerahasiaan yang tinggi dengan menggunakan istilah slang dan ketat menjaga privasinya.

Tirado pun mendorong keluarga untuk belajar istilah slang umum seperti “oxys” (oksikodon) atau “hydros” (hidrokodon) serta mengawasi tanda-tanda berbahaya seperti keengganan untuk berinteraksi dengan teman.

 

 

 

 

 

Sumber : detikhealth.com

 

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel