Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Waspadai, Kekurangan ZINK pada ANAK

Jakarta, Banyak hal yang bisa membuat anak tidak nafsu makan yang kadang membuat orangtua jadi stres. Salah satunya bisa disebabkan oleh kekurangan mineral zink (seng) di dalam tubuh si anak.

“Kekurangan mineral zink di dalam tubuh bisa mempengaruhi indra pengecap sehingga semua makanan yang masuk akan terasa tidak enak,” ujar ahli gizi Dr Saptawati Bardosono disela-sela acara media workshop Ancaman Anemia Membayangi Anak-anak Indonesia di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (18/10/2011).

Dr Tati menuturkan zink mempengaruhi saraf-saraf di lidah yang berfungsi mengirimkan sinyal atau rangsangan ke otak apakah makanan tersebut manis, asin atau rasa lainnya. Kalau seseorang kekurangan zink maka saraf-saraf ini tidak bisa berfungsi dengan normal.

“Biasanya anak-anak suka melepehkan (mengeluarkan lagi) makanan yang masuk dan jadi tidak nafsu makan,” ujar dokter dari Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dampak lain yang bisa ditimbulkan jika seseorang mengalami kekurangan mineral zink adalah proses pertumbuhan yang terganggu, sistem kekebalan tubuh yang tidak sempurna serta terganggunya fungsi pencernaan.

Hal ini karena zink memiliki fungsi membantu metabolisme energi, berperan dalam metabolisme vitamin A, protein dan lemak. Mineral ini bisa didapatkan dari daging, keju, telur, unggas, sayuran hijau dan makanan yang sudah difortifikasi (ditambahkan zat gizi).

Dr Tati mengungkapkan zink ini merupakan senyawa yang istimewa pada orang dewasa atau anak-anak yang mengalami diare atau gangguan pencernaan. Hal ini karena zink bisa membantu memperbaiki mukosa dari susu sehingga diare yang dialami akan lebih cepat sembuh.

“Jika mukosa usus sudah diperbaiki maka absorbsi (penyerapan) makanan juga menjadi lebih baik,” ujar Dr Tati yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Jangan Remehkan Zat Gizi Anak Sekolah

Anak usia sekolah masih masuk ke dalam masa pertumbuhan meskipun tidak terlalu terlihat jelas. Untuk itu zat gizinya jangan diremehkan, karena zat gizi ini bisa membantu mengejar ketertinggalan di masa janin atau balita dan juga membantu saat ia memasuki pertumbuhan cepat.

Selama di dalam kandungan, janin mendapatkan asupan gizi dari ibunya. Jika gizi tidak terpenuhi dengan baik maka bayi yang lahir akan memiliki berat badan rendah. Namun kondisi ini bisa dikejar setelah ia lahir hingga usia 1 tahun.

“Kalau masih kurang maka 24 bulan pertama bisa membantu mengejar pertumbuhan dan perkembangan dari sel-sel sarafnya,” ujar ahli gizi Dr Saptawati Bardosono.

Dr Tati menuturkan setelah 24 bulan maka pertumbuhannya tidak secepat saat ia berusia 1 tahun pertama, tapi masih tetap bisa mengejar ketertinggalan sampai ia memasuki usia sekolah.

“Untuk itu zat gizi usia sekolah jangan diremehkan meskipun mungkin pertumbuhannya tidak terlalu terlihat,” ujar dokter yang tergabung dalam Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI).

Dr Tati menambahan meski pertumbuhannya tidak terlalu terlihat atau lebih lambat dibanding saat masih bayi, tapi anak sekolah tetap membutuhkan semua zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan.

Hal ini karena jika ia kekurangan zat gizi, maka ketika memasuki masa pertumbuhan cepat atau pubertas maka ia akan mengalami keterlambatan dibandingkan dengan anak-anak lainnya karena tidak adanya simpanan zat gizi.

“Dia jadi enggak cepat tumbuhnya atau tidak optimal sehingga tertinggal oleh anak-anak lainnya,” ungkap Dr Tati.

Zat gizi dari makanan ini juga dibutuhkan untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi serta dalam proses pertumbuhan seperti memadatkan tulang dan otot agar kuat serta meningkatkan kemampuan belajar seperti agar lebih konsentrasi.

Jika anak tidak mendapatkan zat gizi makro (karbohidrat, lemak dan protein) yang cukup bisa menyebabkan tubuh kurus, pendek dan berat badan rendah. Sedangkan kekurangan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) bisa mengakibatkan pucat, lesu, tidak bertenaga, kepadatan tulang berkurang serta gangguan kemampuan belajar.

 

 

 

Sumber : detikhealth.com

 

 

 

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel