Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Seluk Beluk ALERGI CUACA

Perubahan suhu udara sangat mengganggu anak dengan bakat alergi cuaca.
Lakukanlah antisipasi.
Seluk Beluk ALERGI CUACA
Bolak-balik bersin dan pilek yang berlanjut menjadi batuk dan sesak napas
ternyata salah satu gejala alergi cuaca. Anak dengan bakat alergi cuaca juga
kerap menunjukkan gejala kulit bentol-bentol atau gatal. Mengapa demikian? Apa
sesungguhnya alergi itu dan dapatkah disembuhkan? Dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI,
ahli alergi imunologi dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu
Penyakit Dalam FKUI-RSCM menjawab:
MENGAPA TERJADI ALERGI CUACA?

Anak Indonesia memang banyak yang menderita alergi cuaca. Alergi cuaca
biasanya terjadi karena adanya interaksi antara faktor genetik dan lingkungan.
Pada orang yang menderita alergi, sistem kekebalan tubuhnya memandang alergen (zat yang menimbulkan alergi) sebagai benda asing.

Alergi adalah suatu reaksi kepekaan abnormal dari tubuh terhadap sesuatu
atau benda tertentu. Orang yang peka akan memperlihatkan gejala-gejala alergi
jika terpapar zat-zat tertentu (alergen) meski zat-zat ini tidak menimbulkan
gejala apa pun pada orang yang tidak alergi.

Sementara alergen adalah zat/bahan yang dapat memicu alergi. Contoh
alergen antara lain debu rumah, tungau, bulu/serpihan kulit binatang, tepung
sari tanaman, dan makanan (bumbu, bahan penyedap, zat pengawet, zat pewarna). Ada juga yang alergi terhadap obat, kosmetik, dan sengatan serangga.
Kalau sudah ketahuan apa yang menjadi penyebabnya, mau tidak mau memang
harus dihindari.

APA SAJA PENCETUS ALERGI?

Sebagian besar pasien alergi di Indonesia tak tahan debu rumah. Dalam
debu rumah sering ditemukan protein-protein asing produksi tungau, jamur,
maupun serpihan kulit binatang. Protein asing inilah yang merangsang tubuh
hingga menghasilkan IgE spesifik terhadap alergen sekaligus menimbulkan alergi. Gejala alergi dapat timbul pada semua usia, namun kecenderungan alergi lebih sering dimulai pada masa kanak-kanak.

Alergi sering kali dikaitkan dengan faktor genetik. Jika salah satu atau
kedua orangtua menderita alergi, maka kemung-kinan anaknya menderita alergi
menjadi lebih besar meski jenis alergi yang dideritanya bisa saja berlainan.
Sang ayah alergi udang, ibunya alergi sabun, sementara anaknya mungkin alergi
cuaca.

Jika salah satu dari orangtua menderita alergi, maka peluang si anak
menderita alergi sekitar 15-30%. Sementara bila kedua orangtuanya menderita
alergi, risiko si anak terkena alergi pun akan semakin tinggi, yakni 50- 75%.

Akan tetapi kendati salah satu atau kedua orangtuanya tidak menurunkan
“bakat” alergi, bukan hal yang mustahil kalau si kecil menderita alergi.
Alerginya ini bisa saja muncul karena pada anak telah terbentuk reaksi
hipersensitif terhadap lingkungan seperti udara buruk, perubahan suhu, hawa
yang terlalu panas, dingin maupun udara lembap.

Alergi pada dasarnya merupakan kelainan fisik. Namun, stres/beban
emosional yang berat, rasa takut, rasa cemas, amarah, dan rasa jengkel dapat
memperberat atau mencetuskan timbulnya alergi. Karena itu, sangatlah penting
bagi penderita alergi untuk bertindak setenang mungkin, menghindari situasi
yang dapat menimbulkan stres dan ketegangan. Faktor pencetus lain yang tak bisa diabaikan di antaranya adalah infeksi, asap rokok, dan kelelahan.

APA SAJA GEJALA ALERGI?

Alergi bisa menimbulkan aneka gejala, seperti mata gatal, bersin-bersin,
mengeluarkan ingus, batuk, jalan napas sesak, sampai terjadinya serangan asma.
Sering pula muncul keluhan mual, muntah, dan diare.

MENGAPA ADA YANG ALERGI, ADA YANG TIDAK?

Seseorang menderita alergi sementara yang lain tidak, itu karena sistem
kekebalan tubuh mereka yang menderita alergi bekerja agak menyimpang.
Akibatnya, produksi imunoglobulin E (IgE)-nya jadi berlebihan. Orang dengan
kadar IgE tinggi atau saat terinfeksi virus, begitu terpapar alergen di
lingkungan sekitarnya akan menghasilkan IgE yang spesifik terhadap alergen
tersebut. Mula-mula IgE spesifik ini kadarnya rendah. Namun dengan semakin
seringnya terpa-par oleh alergen tertentu, kadar IgE spesifik di dalam tubuh
pasien akan makin tinggi sehingga suatu ketika muncul gejala.

APA SAJA BENTUK REAKSI HIPERSENSITIF TERHADAP LINGKUNGAN?

Alergi yang disebabkan faktor genetik maupun lingkungan, umumnya
memunculkan gejala yang tampak pada pernapasan, yaitu rinitis alergi dan asma.
Dapat pula menyerang kulit yang biasanya berupa kaligata atau urtikaria. Gejala
rinitis alergi antara lain bersin berulang-ulang lebih dari 5x dalam satu
serangan, hidung berair dan tersumbat, hingga serangan asma berupa sesak napas. Umumnya timbul di pagi atau malam hari dimana terjadi perubahan cuaca yang drastis.

Pada kasus alergi cuaca, yang menjadi alergen adalah perubahan cuaca itu
sendiri. Contohnya, perubahan dari udara panas ke dingin. Mereka yang memiliki riwayat alergi terhadap alergen nonspesifik memang sangat mungkin menunjukkan reaksi alergi terhadap lingkungan (dalam hal ini perubahan udara). Contohnya, asma yang terjadi malam hari atau subuh kala terjadi perubahan cuaca menjadi lebih dingin.

Alergi cuaca dibedakan menjadi 3 jenis, yakni alergi pada cuaca dingin,
pada cuaca panas, atau pada keduanya. Pada jenis terakhir, setiap perubahan
cuaca, baik dari panas ke dingin atau sebaliknya, bisa memicu alergi.

Reaksi pada kulit ditandai dengan timbulnya bentol-bentol berwarna
kemerahan pada kulit yang terasa amat gatal. Gangguan ini sering diderita
penyandang alergi cuaca panas menyengat. Keringat yang dikeluarkan akibat panas itu membuat kulit jadi kemerahan lantaran alergi pada keringat itu sendiri.

Penderita alergi cuaca sebenarnya cukup banyak dan umumnya alergi
terhadap cuaca dingin. Mungkin karena karena tinggal di negara tropis, kita
jadi terbiasa panas dan tak tahan cuaca dingin.

Ada juga penderita alergi yang kulitnya langsung bentol-bentol/urtikaria
setiap kali terkena air bersuhu dingin atau panas. Prinsipnya, setiap perubahan
temperatur akan menjadi pemicu timbulnya alergi bila ia memang sudah
hipersensitif terhadap perubahan cuaca atau temperatur ini.

ADAKAH TES ALERGI CUACA?

Belum ada pengujian apakah seseorang memiliki potensi alergi cuaca atau
tidak seperti halnya tes alergi terhadap makanan, obat, tungau, bulu dan
sebagainya. Biasanya mereka datang ke dokter berbekal pengalaman berulang. “Kok kalau udara dingin saya jadi sesak napas,” contohnya, atau “Kalau kepanasan jadi gatal-gatal sih?” Dari riwayat semacam inilah baru ketahuan kalau yang bersangkutan alergi terhadap cuaca.

DAPATKAH ALERGI CUACA DISEMBUHKAN?

Meski dampaknya tak sampai mematikan, alergi cuaca tak bisa dihindari
ataupun disembuhkan. Tidak mungkin menghindari kedua faktor yang menjadi
penyebabnya, yakni faktor keturunan dan faktor alam. Yang bisa kita lakukan
cuma mengontrolnya. Sedangkan penanganannya bisa dilakukan dengan obat-obatan ataupun menghindari pencetusnya. Gangguan asma/se-sak napas diatasi dengan obat semprot, sirop, tablet, atau inhalasi (penguapan) yang bertujuan mengatasi penyem-pitan saluran napas. Sementara, keluhan bentol-bentol atau gatal dapat diatasi dengan obat yang mengandung antihistamin atau salep. Frekuensi kekambuhan dapat ditekan dengan mengenakan pakaian yang mampu menangkal cuaca. Misalnya, kalau dingin ya kenakan baju hangat untuk meminimalkan serangan udara dingin. Yang tak kalah penting adalah langkah-langkah antisipasi adanya perubahan cuaca. Kala musim hujan, lengkapi perbekalan anak dengan membawa obat-obatan. Kita tidak bisa memastikan kondisi cuacanya seperti apa.

Demikian pula sebaliknya jika alergi pada cuaca panas. Usahakan jangan
sampai terpapar sinar matahari secara langsung. Hindari juga keluarnya keringat yang berlebihan dengan memakai baju katun yang menyerap keringat sehingga panas dari keringat juga lekas menguap.

Sumber : Klinik Herbal Ny Ning Harmanto

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel