Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Kadar Gula Darah Turun, Picu Hasrat Tak Terkendali untuk Makan

Jakarta, Menolak makanan bukan hanya masalah niat dan keinginan saja, tetapi erat kaitannya dengan sistem metabolisme. Ketika kadar gula darah turun, nafsu makan cenderung tak terkendali sehingga sulit menolak tawaran kue coklat atau biskuit.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Yale University menemukan bahwa penurunan kadar glukosa darah menyebabkan kehilangan kendali diri dalam otak sehingga mengarahkan otak untuk memakan makanan berkalori tinggi. Pada orang gemuk, efeknya terlihat jelas pada peningkatan nafsu makan saat terjadi penurunan glukosa.

Glukosa atau gula diperoleh dari makanan berkarbohidrat yang dibutuhkan oleh otak maupun organ lainnya sebagai sumber energi. Masalahnya adalah, tidak semua karbohidrat merupakan sumber gula yang baik karena banyak yang malah hanya memicu kegemukan.

Karbohidrat yang baik antara lain terkandung dalam buah segar dan sayuran, beras merah dan pasta, kacang-kacangan, roti gandum, dan kacang. Sementara sumber karbohidrat yang bikin gemuk di antaranya dalam roti putih, gula putih, biskuit, kue, keripik dan makanan ringan lainnya, minuman ringan berkarbonasi, es krim dan sirup jagung yang digunakan dalam makanan olahan.

“Otak memerlukan makanan,” kata pemimpin penelitian, Prof Rajita Sinha dari Yale University seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (21/9/2011).

Prof Sinha bersama timnya memanipulasi kadar gula darah pada sekelompok relawan menggunakan suntikan glukosa. Pada saat yang sama, peserta menjalani scan otak dengan Functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI) sambil ditunjukkan gambar-gambar makanan berkalori tinggi dan makanan berrendah kalori, dan benda yang tak dapat dimakan.

Hasil scan menunjukkan bahwa ketika kadar glukosa turun, dua daerah otak yang memproses kegiatan-kegiatan lebih aktif merangsang nafsu makan. Tapi reaksi yang paling menonjol terlihat di korteks prefrontal, yaitu bagian paling rasional dari otak yang mencegah orang untuk bertindak menuruti hasratnya. Ketika kadar glukosa diturunkan, korteks prefrontal kehilangan kemampuannya untuk memerintah sinyal yang mendesak untuk makan.

Melemahnya respon ketika ditunjukkan gambar-gambar makanan berkalori tinggi tersebut sangat mencolok pada relawan dengan obesitas. “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa orang yang obesitas mungkin memiliki kemampuan yang terbatas dalam menghambat keinginan untuk makan, terutama ketika kadar glukosanya turun di bawah normal,” kata rekan penulis Dr Halaman Kathleen, dari University of Southern California.

Menurut penelitian tersebut, kadar hormon stres kortisol naik untuk mengaktifkan pusat penghargaan otak, lebih dari kekurangan glukosa itu sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa stres yang terkait dengan penurunan glukosa dapat menjadi bagian penting dari proses ini.

 

 

 

Sumber : detikhealth.com

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel