Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Revitalisasi Tubuh dengan PUASA

Manusia memerlukan asupan makanan dan minuman untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Asupan ini membuat pencernaan terus bekerja. Riset membuktikan, menghentikan sejenak proses pencernaan dengan berpuasa berefek positif. Selain puasa Ramadhan, puasa Senin-Kamis juga baik untuk kesehatan.

Minum dan makan bukan sekadar mengatasi haus dan lapar. Mengonsumsi makanan dan minuman perlu kuantitas, kualitas, dan waktu yang pas agar kesehatan terjaga. Namun, melambatkan waktu asupan makanan ternyata berdampak positif.

Terlambat makan dan minum dalam waktu relatif lama memang dapat mengganggu kesehatan. Selama berpuasa 8-12 jam terjadi penyesuaian fungsi metabolisme tubuh. Perubahan metabolik terjadi setelah makanan tercerna dan terserap tubuh, yaitu 3-5 jam. Perubahan ini dikhawatirkan berdampak negatif.

Namun, kenyataannya, puasa atau mengosongkan perut selama 12 jam justru menyehatkan, meningkatkan stamina, serta membuat tubuh lebih bugar.

Sejumlah orang khawatir, puasa akan berdampak buruk bagi lambung dan usus, apalagi bagi penderita maag, karena lambung tak terisi makanan dalam waktu lama. Kenyataannya, puasa justru membantu proses penyembuhan penyakit itu.

Saat puasa, energi yang biasanya digunakan oleh saluran cerna digunakan lebih efektif untuk proses metabolisme tubuh. ”Selama berpuasa, beban lambung tidak berat untuk mencerna makanan, dan jadwal makan lebih teratur sehingga keluhan sakit maag menjadi berkurang, bahkan sembuh sama sekali,” kata Elia Indrianingsih, dokter spesialis gizi klinik RS Eka Hospital, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

Selama saluran pencernaan beristirahat tak mencerna makanan, organ ini berkesempatan mengeluarkan zat tidak berguna yang menempel di dinding usus.

Selama berpuasa lebih dari delapan jam, tubuh akan mengambil cadangan glukosa—berupa glikogen yang tersimpan di hati dan otot—sebagai energi. Glikogen lalu diubah melalui proses glikogenolisis menjadi energi yang dapat digunakan tubuh.

Selain itu, tubuh juga menggunakan sejumlah protein sebagai tambahan energi. Bahan bakar ini dipasok hingga 12 jam.

Setelah cadangan itu habis, energi akan didapat dari hasil pemecahan jaringan lemak tubuh. Ini akan berlangsung beberapa hari.

Jika tidak ada asupan glukosa dari luar, lemak otot akan diubah dalam bentuk keton melalui proses katabolisme. Keton, meskipun bukan zat gula, dapat digunakan sebagai energi selama tidak ada glukosa.

Detoksifikasi

Puasa akan menyebabkan tubuh lebih sehat karena pada puasa terjadi detoksifikasi lebih efektif. Detoksifikasi adalah pembuangan toksin (racun) dalam tubuh yang masuk lewat makanan dan minuman. ”Saat terjadi pemecahan jaringan lemak menjadi energi selama puasa, sekaligus dikeluarkan toksin yang terakumulasi di jaringan lemak,” Elia menguraikan.

Dengan menjalani puasa, sistem imunitas dapat menjadi lebih baik. Selama berpuasa, tubuh membatasi pembentukan energi berlebih, melambatkan laju metabolisme, dan mengefektifkan pembentukan protein sehingga pertumbuhan sel abnormal, seperti tumor, terhambat.

Hal ini dikuatkan oleh penelitian yang dilakukan peneliti dari Amerika Serikat, Reihm S, pada 1982. Pengurangan konsumsi energi atau puasa menjadi 80 persen dari normal dapat menurunkan insiden tumor payudara, paru-paru, limpa, dan tercapainya umur lebih panjang.

Dengan diet normal, ada risiko tumor payudara sekitar 14 persen dan pemanjangan umur 25 bulan. Adapun pada puasa, insiden tumor 6 persen dan usia bertambah 29 bulan.

Penyakit degeneratif, demikian Elia, dapat dihindari karena berpuasa selama sebulan terbukti dapat mengontrol kadar gula darah, kolesterol, asam urat, bahkan tekanan darah. Selain itu, produksi hormon pertumbuhan lebih efektif sehingga dapat mencegah penuaan.

Selain meningkatkan rentang hidup, menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Nasional AS, manfaat lain dari puasa bagi kesehatan adalah resistensi terhadap stres, sensitivitas insulin meningkat, dan morbiditas berkurang.

Bagi seseorang yang menjalani program penurunan bobot tubuh, puasa menjadi salah satu solusi.

Menurut Sarwono Waspadji, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, puasa selama 14-16 jam bermanfaat bagi orang yang mengalami obesitas. Pasalnya, selama berpuasa berat badan dapat terkendali, karena asupan nutrisi turun 20 persen.

Menurut Mark P Mattson, Kepala Laboratorium Ilmu Saraf di US National Institute on Aging, puasa selang seling sehari menunjukkan efek menguntungkan pada tikus percobaan. Penelitian yang dilakukan pada manusia di Universitas Illinois menunjukkan hasil yang sama.

Percobaan juga dilakukan pada anjing. Ivan Pavlov, ilmuwan dari Rusia, mengukur jumlah liur anjing percobaan ketika diberi makan. Kemudian sambil diberi makan, lonceng dibunyikan. Ini dilakukan berulang sampai ketika lonceng dibunyikan, tetapi makan tidak diberikan, air liur anjing tetap keluar.

Toton Suryotono, dokter spesialis penyakit dalam di RSU Cianjur, Jawa Barat, menjelaskan, ini merupakan refleks yang terkondisi oleh kebiasaan. Padahal air liur seharusnya hanya keluar karena makan.

”Refleks terkondisi ini sebetulnya terjadi pada kehidupan sehari-hari. Banyak perilaku manusia sudah terkondisi melampaui kebutuhan sehingga menjadi perilaku tak sehat. Makan berlebihan, baik kalori, lemak, maupun protein, telah terbukti menyebabkan penyakit metabolik,” kata Toton.

Puasa diharapkan menjadi latihan kebalikan dari pengondisian refleks ala Pavlov sehingga kita tidak lagi punya keinginan berlebih dari kebutuhan. ”Jadi tujuan puasa kembali ke fitrah atau berperilaku sehat sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh,” kata Toton.

Sesungguhnya berpuasa atau menunda makan dan minum dalam jangka waktu berbeda diterapkan sejak masa silam oleh hampir semua agama di dunia. Antara lain, Islam, Katolik, Protesten, Buddha, dan Hindu. Penetapannya didasari pada ajaran-Nya dan kisah kenabian-Nya.

Kiat sehat

Dalam menjalankan ibadah puasa agar tidak berdampak negatif perlu mempertimbangkan jumlah yang sesuai kebutuhan. ”Tidak perlu berlebihan makan karena akan memperberat kerja pencernaan,” kata Elia.

Jenis dan komposisinya perlu seimbang antara karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral, serta serat. Dalam hal ini, perlu banyak makan buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral untuk menjaga metabolisme dan imunitas agar tercegah dari infeksi.

Namun, perlu dihindari sayuran dan buah yang bersifat diuretik, seperti belimbing, timun, dan tomat, karena menyebabkan sering kencing. Serat pada buah dan sayuran akan mengurangi rasa lapar. Asupan buah juga memperlancar buang air dan mencegah dehidrasi selama berpuasa. Dehidrasi dapat diatasi dengan minum air 8 gelas atau 2 liter per hari.

Yang perlu dihindari adalah makanan berkarbohidrat simpleks, seperti gula pasir, gula merah, dan tepung-tepungan, dalam jumlah berlebihan. Pasalnya, hal ini akan meningkatkan gula darah secara cepat dan menyebabkan insulin dikeluarkan dalam jumlah besar sehingga kadar gula darah turun, terutama waktu sahur. Akibatnya, selama berpuasa cepat lemas atau lemah. Jika makan terlalu banyak asin, akan menimbulkan rasa haus berlebihan.

Perlu dihindari makanan berlemak, berminyak, atau santan berlebihan karena akan menyebabkan nyeri lambung dan berat badan bertambah. Hindari makanan yang merangsang lambung, seperti cabai, merica, soda, dan teh pekat, buah yang asam dan makanan bercuka.

Untuk mencegah bau mulut, hindari makanan terlalu banyak protein, daging, ikan, bawang putih, petai, dan durian. Jangan melewatkan sahur sebagai bekal energi, dan untuk mencegah gangguan saluran pencernaan.

 

 

 

Sumber : kompas.com

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel