Featured Product
  Madecol MadeCol merupakan kapsul herbal alami yang antara lain terbuat dari ekstrak daun jati belanda dan akar alang-alang untuk menormalkan kadar kolesterol. Sebagian ekstrak herbal dalam MadeCol juga menggunakan teknologi terbaru yaitu teknologi nano. Dengan teknologi nano , partikel herbal menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh. Selengkapnya ... JAMSI   Jamsi secara tradisional bermanfaat bagi penderita diabetes karena mampu memperbaiki sel-sel, menurunkan kadar gula yang tinggi dalam darah, mencegah terjadinya diabetes, menetralisir penyakit,seperti: Hipertensi, asam urat, kolesterol dan Trigliserite. Selengkapnya...

Deteksi Dini untuk Keluarnya Dinding Rahim ( POP )

Deteksi Dini untuk Keluarnya Dinding Rahim (POP) Jakarta, Prolaps organ panggul (POP) atau keluarnya dinding vagina disertai organ lain termasuk rahim sering dianggap risiko yang wajar dalam persalinan. Padahal dengan teknologi Ultrasonografi (USG), risiko POP bisa diantisipasi sejak dini.

Salah satu pemicu POP adalah lemahnya jaringan otot di dasar panggul yang menyokong organ-organ di sekitarnya. Dalam proses persalinan, tekanan yang kuat saat mengejan bisa menyebabkan dinding rahim keluar melalui liang vagina dan disebut prolaps.
Kelamahan otot-otot penyokong dasar panggul bisa dipicu banyak faktor, termasuk usia dan obesitas. Pada perempuan muda yang sehat, lemahnya otot panggul bisa disebabkan oleh cacat bawaan dan bisa memicu prolaps pada kelahiran anak pertama.

Untuk mendeteksi adanya cacat bawaan pada otot panggul, salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah pencitraan Ultrasonografi (USG) baik 3D maupun 4D. Teknologi yang sering dipakai oleh ibu hamil ini mampu mendeteksi kelainan yang berisiko memicu POP.

Dr Budi Imam Santoso, SpOG(K) mengatakan perempuan yang tramati punya otot panggul yang lemak pada hasil USG risikonya untuk mengalami POP saat melahirkan 2 kali lebih tinggi dibanding perempuan lainnya. Untuk mencegahnya, persalinan bisa dilakukan melalui caesar.

“Perempuan tersebut 2 kali lebih berisiko untuk mengalami prolaps stadium 2 atau lebih berat dibandingkan perempuan yang otot panggulnya normal,” ungkap Dr Budi dalam diskusi media Urology Update di RS Cipto Mangunkusumo, Rabu (20/4/2011).

Cara lain untuk mendeteksi cacat bawaan pada otot panggul adalah dengan menggunakan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Meski lebih akurat, teknologi ini jarang dimanfaatkan karena memang membutuhkan biaya yang relatif lebih mahal.

Dr Budi sendiri saat ini tengah mengembangkan metode lain yang lebih praktis untuk mendeteksi cacat bawaan tersebut. Metode ini berupa ‘scoring‘ atau perhitungan skor risiko berdasarkan 7 indikator pengamatan dan diharapkan sudah bisa daplikasikan tahun depan.

 

Sumber : detikhealth.com

Share

Leave a Reply

Kategori Produk
Madu Herbal Kapsul Herbal Minuman Instan Aromatherapy
Tetes Mata Herbal Paket Herbal Herbal Kering
Kategori Artikel